oleh

Ferdinand: Kemenkumham Sebaiknya Tinjau Ulang Kebijakan Penghentian Sementara Pelayanan Pembuatan Paspor Untuk PMI

Pekerja Migran Indonesia melalui agen perusahaan perekrutan dan penempatan awak kapal memohon kepada Kementerian Hukum dan Ham untuk meninjau kembali kebijakan penghentian sementara pelayanan pembuatan paspor PMI awak kapal.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Daniel Ferdinand, pengusaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal mewakili CIMA. Ferdinand mengatakan bahwa kebijakan penghentian sementara layanan penerbitan paspor banyak dikeluhkan oleh PMI juga para pengusaha dan agen perusahaan Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal di Indonesia.

“Kejadian wabah Covid-19 memang menjadi buah simalakama bagi kami para agen perusahaan penempatan awak kapal, tentu kami mendukung untuk penghentian sementara pengiriman pekerja migran, tapi di balik itu kita juga harus mempersiapkan permintaan pasar saat industri kembali normal, salah satu persiapan pekerja migran adalah paspor yang masih berlaku” Kata Daniel Ferdinan kepada redaksi Kliksaja.co Jumat (27/03/2020).

Sebelumnya Kementerian Hukum dan Ham melalui Plt Dirjen Imigrasi mengintruksikan kepada kepala kantor wilayah Kemenkumham Divisi Keimigrasian agar dihentikan sementara pelayanan pemberian paspor dan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.

Larangan penerbitan pasport dan pemberangkatan PMI ke luar negeri tersebut merujuk pada situasi darurat Covid-19. Larangan tersebut sebagaimana tertuang dalam surat No IMI.GR.01.01.2115 yang ditandatangani oleh Plt Dirjen Imigrasian, Jhoni Ginting tertanggal 23 Maret 2020.

Ferdinan menambahkan bahwa Kemenkumham juga harus memikirkan tentang bagaimana persiapan recovery atau pemulihan bisnis dan ekonomi pada sektor industri perkapalan. Menurut Ferdinand jika imigrasi terus menghentikan pembuatan paspor, maka kesempatan untuk PMI khususnya awak kapal akan kalah start dengan negara-negara lain khususnya wilayah Asia Tenggara.

“Kalo saat ini pembuatan paspor dan perpanjang dihentikan, saat PMI kita dibutuhkan dan belum siap, pasti akan di caplok oleh negara-negara tetangga yang mengirimkan PMI khususnya awak kapal seperti negara Philipines, thailand dll” Keluh Ferdinand.

Ferdinand menambahkan bahwa kuncinya adalah bagaimana pemerintah memfasilitasi para pekerja migran dan pelaut untuk mencuri start saat pasar membutuhkan yaitu dengan kelengkapan dokumen-dokumen seperti paspor diantaranya.

Mendukung Pencegahan Covid-19

PMI dan juga perusahaan penempatan awak kapal mendukung kebijakan pemerintah dalam pencegahan penyebaran dan penangulangan COVID-19.

“Kami mendukung segala upaya pemerintah untuk melindungi WNI khusunya Pekerja Migran Indonesia sesuai dengan SK Kemenaker No. 151 tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia namun Perusahaan Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal menyayangkan Surat PLT Dirjen Imigrasi dalam hal Penghentian Pelayanan Sementara Pemberian Passport pada Calon Pelaut Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan pada kapal berbendera asing”. Tambah Ferdinand.

Ferdinand, mewakili para pelaku usaha dibidang Perekrutan dan Penempatan awak kapal menyarankan kepada pemerintah melalui Kemenkumham agar pelayanan pemberian paspor tetap dilakukan meski penempatan PMI diberhentikan sementara.

“Jadi meski situasi saat ini masih belum mendukung untuk penempatan awak kapal di kapal berbendera asing tapi Pelaut kita setidaknya sudah siap dalam hal dokumen pada saat dibutuhkan Industri, khususnya Industri Kapal Pesiar” Jelas Ferdinand pemilik lisensi agensi CIMA Indonesia.

Menurutnya, penghentian pelayanan sementara penerbitan Paspor pada Calon Pelaut Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan akan berpengaruh pada kesiapan dokumen awak kapal pada saat Industri pelayaran khusus nya saat kapal pesiar kembali berangsur normal atau kembali beroperasi dan membutuhkan PMI awak kapal dalam jumlah yang besar.

Sebagai agen perekrutan dan penempatan awak kapal, Ferdinand juga menyampaikan terima kasih kepada Awak kapal khususnya yg bekerja dikapal pesiar, atas ketangguhan dan ketabahan dalam menghadapi situasi yang di sebabkan oleh COVID-19 dan menghimbau agar selalu menerapkan kebiasaan hidup sehat agar terhindar dari resiko penularan covid-19.

Sumber: Kliksaja.co

Umpan Berita