Wagub Jatim Emil Dardak Dorong Peningkatan Branding dan Marketing Kentang Organik Jatim

  • Bagikan

KAB. PASURUAN – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong adanya peningkatan branding dan marketing kentang organik asal Jatim, terutama di Kab. Pasuruan. Upaya dalam peningkatan itu setidaknya dapat menjadi salah satu usaha menaikkan nilai jual yang sudah ada.

“Potensi holtikultura di Pasuruan ini sangat besar. Tapi tantangannya adalah memperkenalkan ke wilayah di luar sana. Jadi memang harus ada branding dan edukasi bagaimana proses marketing berlangsung untuk meningkatkan nilai jual yang ada,” ujar Wagub Emil saat menghadiri Panen Raya Kentang Organik di Desa Pusung Malang, Lereng Gunung Bromo, Kecamatan Puspo, Kab. Pasuruan, Kamis (11/11).

Lebih lanjut, Wagub Emil mengatakan, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mempromosikan kentang lokal dengan nama yang berbeda seperti yang direkomendasikan oleh Bupati Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf.

“Jadi Gus Irsyad tadi sudah lapor kalau beliau ini mengajukan pemberian nama untuk kentang Pasuruan ini, yakni Kentang Tombro atau Kentang Tosari-Bromo. Ini unik dan bisa dijadikan branding baru agar orang-orang tertarik dengan kentang di sini,” terangnya.

Selain itu, Wagub Emil menganjurkan adanya peningkatan produksi dan produktivitas buah, sayuran, tanaman obat dan florikultura, serta pengembangan diversifikasi pangan lokal dengan stabilisasi pasokan komoditas hortikultura, pengembangan _Smart Farming_ dan pemanfaatan _Screen House_.

“Lebih bagus lagi kalau ada pengembangan korporasi petani dan digitalisasi sistem informasi hortikultura untuk meningkatkan volume ekspor, menambah ragam komoditas ekspor dalam bentuk produk olahan hasil UMKM Hortikultura, serta menambah akses pasar,” lanjutnya.

Meski begitu, Wagub Jatim tersebut mengaku bahwa akan ada tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat untuk melakukan branding dan marketing yang sesuai dengan kebutuhan jaman. Maka dari itu, harus ada intervensi dari pemerintah untuk mewujudkannya.

“Memang perlu ada intervensi dari pemerintah, bagaimana kita mengedukasi masyarakat dan memfasilitasi hal-hal mendasar seperti publikasi. Insya Allah, setelah ini akan dibicarakan oleh pihak-pihak terkait untuk pengajuan nama kentang dan kebijakan yang ada,” tambahnya.

Senada dengan Wagub Emil, Bupati Pasuruan Irsyad mengatakan, Pemkab Pasuruan memang telah menyiapkan program kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan petani.

“Saat ini telah berjalan pemberian bibit unggul untuk petani. Lalu ada pula relokasi dan penyempurnaan balai desa untuk bisa dimanfaatkan oleh warga, termasuk kelompok tani. Nantinya di balai desa tersebut dapat diadakan kelas pembekalan untuk penambahan skill kelompok masyarakat,” tuturnya.

Sebagai informasi, potensi pengembangan kentang di Jawa Timur meliputi luas tanam sebesar 11.014 hektar, luas panen 12.980 hektar dan produksi sebesar 257.249 ton dengan daerah sentra pengembangan di Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Magetan, Blitar, Lumajang dan Kota Batu.

Untuk Kab. Pasuruan sendiri, potensi pengembangan kentang saat ini meliputi luas tanam 5.356 hektar, panen 5.672 hektar dan produksi 151.566 ton.

Acara Panen Raya Kentang ini merupakan bagian dari Kampanye _Back to Nature_ yang diadakan oleh PC Pergunu Raya dengan LSM Lingkar Bromo. Di mana, di dalamnya berisikan dialog interaktif antar kelompok masyarakat, termasuk petani dan peternak, dengan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian lokal.

  • Bagikan