Tolak Penambangan Emas di Wilayahnya, Bupati Trenggalek akan Bersurat ke Pemprov Jawa Timur

  • Bagikan
Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin

Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mochammad Nur Arifin menolak rencana eksploitasi tambang emas di wilayahnya oleh PT Sumber Mineral Nusantara (SMN).

Bupati Trenggalek mengatakan penambangan itu bertabrakan dengan banyak aturan dan tidak sejalan dengan rencana tata ruang wilayah.

Selain itu, eksploitasi itu tidak visible dengan kondisi sosial daerah yang mayoritas menolak tambang sejak eksplorasi.

Sebagai bentuk penolakan, Ia akan mengirimkan surat kepada Pemprov Jatim untuk mengkaji ulang izin penambangan emas tersebut.

“Kami akan secara resmi bersurat ke Pemprov Jatim agar mencabut perizinan yang telah diterbitkan,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Ipin tersebut di Trenggalek, Minggu (14/03/2021).

Dalam surat resmi yang dilayangkan tersebut, Arifin akan menyampaikan aspirasi dan semua alasannya yang menolak penambangan.

Ia menyebutkan ada beberapa pertimbangan sehingga dia bersama bersama jajaran dan warganya kukuh menolak penambangan emas.

Diantaranya, area konsesi penambangan yang diberikan Dinas ESDM Provinsi Jatim ke PT SMN, banyak bersinggungan dengan kaswasan lindung, hutan produksi, permukiman warga, serta kawasan bentang alam dan ekosistem karst.

Selain itu, rencana pembukaan areal tambang emas tidak sesuai dengan visi dan misi dan programnya, yakni menjadikan Trenggalek Meroket, artinya maju ekonomi rakyatnya, orang-orangnya kreatif, dan ekosistemnya terjaga.

Sikap dari Bupati Nur Arifin disampaikan menyusul keluarnya izin usaha pertambangan (IUP) Nomor P2T/57/15/02/VI/2019 kepada PT Sumber Mineral Nusantara.

Izin tersebut berupa menjalankan aktivitas produksi/eksploitasi tambang emas di Trenggalek selama sepuluh tahun, dari Juni 2019 hingga Juni 2029.

Untuk luas lahan penambangan mencapai 12.813 hektare, tersebar di sembilan kecamatan, mulai Watulimo, Kampak, Munjungan, Dongko, Gandusari, Karangan, Suruh, Pule, hingga Trenggalek kota. (*)

  • Bagikan