Tingkatkan Kemampuan Literasi Pengawas, Bawaslu DKI Jakarta Gelar Sekolah Literasi

  • Bagikan

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta mengadakan Sekolah Literasi pada 4-6 Oktober 2021. Mengingat masih dalam suasana pandemi COVID-19, kegiatan ini dilaksanakan secara daring.

Anggota Bawaslu DKI Jakarta Sitti Rakhman mengatakan kemampuan literasi menjadi salah satu yang harus dimiliki oleh pengawas pemilu.

“Kemampuan ini mesti dimiliki karena akan menunjang pada perbaikan seluruh kerja-kerja pengawasan pemilu,” kata Sitti dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (04/10/2021).

“Menulis hasil pengawasan, menyusun putusan penyelesaian sengketa proses, membuat kajian penanganan pelanggaran bahkan sampai saat menyusun keterangan tertulis dalam sengketa perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi,” imbuh Sitti.

Peserta Sekolah Literasi berasal dari berbagai latar belakang profesi mulai dari mahasiswa, praktisi hingga pengawas pemilu itu sendiri.

Sebelum mengikuti kegiatan, peserta harus mengirimkan tulisan opini sebagai persyaratan agar dapat mengikuti kegiatan sekolah literasi.

Narasumber yang dihadirkan juga merupakan orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang literasi, seperti akademisi dari perguruan tinggi, praktisi yang dibuktikan dengan produktivitas dalam menulis buka atau karya tulis ilmiah lainnya yang sudah tersebar di banyak tempat.

Kegiatan ini juga akan dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu RI yang menjadi Keynote Speaker.

Lebih lanjut, Sitti mengatakan kemampuan membaca,menulis, dan memahami sebenarnya merupakan skill dasar yang harus dimiliki oleh seluruh pengawas pemilu.

“Ini sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kompetensi analisis dan sintesis yang harus dimiliki oleh setiap individu pengawas pemilu terutama dalam menghadapi Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024,” tutup Sitti. (*)

  • Bagikan