oleh

Pemprov Jawa Timur Perketat Kebijakan Protokol Kesehatan Jelang Idul Fitri

SIDOARJO, 1 APRIL 2021-  Melandainya jumlah angka kasus pandemi Covid-19 di Jawa Timur, tidak serta merta membuat Pemprov Jatim mengendurkan aturan dan kebijakan terkait protokol kesehatan (Prokes).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, pengetatan ini terus dilakukan utamanya menjelang kepulangan para tenaga migran dari luar negeri yang hendak kembali ke tanah air, utamanya menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Maka kami tadi mendapatkan pemaparan dari Kepala BNPB, walaupun (para tenaga migran) sudah swab PCR di tempat asal mereka, ternyata saat di swab PCR di tanah air, bisa saja positif Covid. Bahkan yang negatif pun bisa positif saat di karantina, saat dilakukan swab kedua karena masa inkubasi,” papar Emil Dardak saat menerima kunjungan kerja (Kunker) Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Pusat dan Rapat Koordinasi terkait Penanganan Covid-19 di Jawa Timur yang dilaksanakan di Gedung VVIP Room, Bandara Juanda Sidoarjo, Kamis (1/4).

Lebih lanjut Emil menegaskan, beberapa opsi solusi telah disiapkan Pemprov Jatim dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan juga Kementerian Kesehatan.

“Ada dua kata kuncinya, yaitu yang pertama kapasitas testing. Kami dari Pemprov siap bersinergi untuk ketersediaan alat. Mungkin nanti ada kendala dengan reagen, namun akan dikomunikasikan dengan Kementerian Kesehatan,” terang Emil.

Mantan Bupati Trenggalek ini menjelaskan, hal kedua yang tengah dipersiapkan Pemprov Jatim ialah ketersediaan kapasitas untuk menampung para tenaga migran di rumah karantina selama lima hari.

“Itu yang kemudian kita akan sinergikan. Hasil koordinasi ini akan kami laporkan pada Bu Gubernur dan akan mendapat tindak lanjut. Mengingat arus kepulangan dari pekerja migran akan intensif,” lanjutnya.

Umpan Berita