oleh

Pemkab Jember Berikan Apresiasi Kepada Ketua RT yang Berhasil Mengendalikan Wilayahnya Terkait Pengendalian Wabah Covid-19

Berbagai upaya dilakukan pemerintah agar segera keluar dari pandemi Covid-19. Salah satunya dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Itu adalah upaya penanggulangan penularan wabah di tingkat Rukun Tetangga atau RT.

Bupati Jember Faida mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jember memberikan apresiasi kepada Ketua RT yang berhasil mengendalikan wilayahnya terkait pengendalian wabah Covid-19.

Apresiasi tersebut ditandai dengan menyerahkan bendera hijau kepada RT yang wilayahnya bergesera dari kuning menjadi hijau.

“Sebagai apresiasi kepemimpinan para ketua RT dalam menajalankan PPKM di masing masing wilayahnya,” terang Bupati Faida.

Penyerahan bendera itu dilaksanakan dalam Apel Bersama Forkopimda dalam rangka kesiapan pelaksanaan PPKM Mikro se-Kecamatan Kaliwates, Jum’at, 12 Februari 2021.

Dalam catatannya, Bupati Faida menjelaskan ada 126 RT di tiga kecamatan wilayah kota Jember yang masuk zona kuning.

Yaitu 42 RT di Kecamatan Kaliwates, 46 RT di Kecamatan Sumbersari, dan 48 RT di Kecamatan Patrang. Dari seluruh RT di tiga kecamatan tersebut, wilayah yang kuning sebesar 8,41 RT persen.

Tidak terbatas wilayah perkoataan, semua wilayah yang kuning di Jember akan diupayakan untuk menjadi zona hijau. Sampai 22 Februari, target tersebut diharapkan bisa terpenuhi.

Agar bisa mencapai target tersebut, semua zona kuning di Jember akan dipantau setiap hari. Selain itu, semua RT di Jember akan diapelkan setiap pekan pada hari Jum’at.

Upaya tersebut akan dikawal oleh Tiga Pilar di masing-masing wilayah. Pihak puskesmas setempat juga turut mengawalnya.

Bupati Faida menyebut tidak ada wilayah RT yang oranye dan merah. Meski demikian, ia berharap masyarakat tetap menjaga dengan baik, agar segera mayoritas wilayah RT di seluruh Jember menjadi hijau.

“Saya optimis dengan kepemimpinan ketua RT dan sosialisasi yang massif, masyarakat akan menjaga bersama-sama,” katanya.

Suatu wilayah RT disebut masuk zona hijau apabila di tidak ada kasus Covid-19. Jika ada 1 sampai 5 kasus, wilayah itu masuk zona kuning. Jika ditemukan 6-10, maka masuk zona oranye. Sedang zona merah apabila ditemukan kasus lebih dari 10.

Masing-masing zona memiliki perbedaan manajemen. Di zona kuning ada pembatasan kegiatan. Zona oranya mulai ada penutupan tempat ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum, serta pembatasan berkerumun lebih dari tiga orang.

Di zona merah ada penutupan tempat ibadah, tempat umum, dan pembatasan berkerumun. Di zona merah juga ditiadakan kegatan masyarakat.

“Tentu saja ini tidak nyaman, karenanya saya mengajak seluruhn masyarakat Jember bersama ketua RT masing-masing menjaga wilayahnya jangan sampai bergeser dari kuning ke oranye, apalagi ke merah,” ujarnya.

Masyarakat sebaiknya menjaga zona kuning dengan tidak muncul kasus baru. Apabila ada warga yang sakit, bersemangat untuk segera melakukan pemeriksaan.

“Jangan ditunda, karena kalau ditunda bisa menularkan kepada orang-orang terkasih di sekitar kita. Lebih cepat periksa, lebih baik. Gugus tugas akan memfasilitasi seluruh pemeriksaan tracing di zona kuning di seluruh di RT di Jember,” katanya.

Terkait data kasus, Bupati Faida menyebut telah membuka laporan dari masyarakat. Tidak hanya laporan dari pihak puskesmas dan rumah sakit saja. 

Umpan Berita