M Nur Aris Shoim, Putra Daerah Bojonegoro Maju Sebagai Calon Ketua Umum PB HMI

  • Bagikan

Bojonegoro patut berbangga. Salah satu putra daerah, M Nur Aris Shoim memastikan diri maju sebagai calon Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023 pada Kongres ke-31 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, 17 Maret mendatang.

Kepastian itu didapat setelah Ketua Bidang Kewirausahaan dan UMKM PB HMI periode 2018-2020 itu mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023 di Sekretariat PB HMI, Jakarta, Sabtu (13/02/2021).

Dalam keterangannya, alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu mengaku termotivasi mencalonkan diri setelah mendapat banyak masukan dari kader-kader dan alumni HMI di beberapa daerah.

“Selama mengisi training LK2 di beberapa cabang, saya sering mendapat kritik dan masukan untuk kemajuan PB HMI selanjutnya” kata Aris Shoim.

Aris menyampaikan, berdasarkan hasil diskusi dengan Chumaidi Syarif Romas (Ketum PB HMI periode 1976-1978), HMI saat ini perlu kembali kepada spirit awal 1947, yaitu komitmen kepada Keislaman, Keindonesia, dan Kerakyatan.

Untuk menjalankan spirit tersebut, Aris mengusung gerakan NUR HMI atau cahaya HMI. NUR HMI merupakan akronim dari Never Ending Untill Revivalisme HMI (Perjuangan tanpa henti sampai HMI kembali kepada spirit awal 1947).

Aris menjelaskan NUR HMI beroreintasi pada dua hal utama, yaitu perwujudan HMI sebagai good social movement organization (organisasi gerakan sosial yang baik) dan human resources development (pembangunan SDM).

“Kami mengidealkan HMI sebagai organisasi modern yang transparan, menjunjung tinggi independensi HMI dan asas kolektif kolegial,” terang Aries.

Pria kelahiran Bojonegoro itu menegaskan pentingnya pengembangan Sumber Daya Kader HMI, terutama di era digital yang dibanjiri penggunaan artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

“Seorang kader HMI harus mampu bersaing di era ini dan harus beradaptasi dan memunculkan inovasi-inovasi baru agar tidak tergerus oleh tantangan zaman,” katanya.

Selanjutnya Aris menekankan pentingnya kemandirian bagi kader-kader HMI. Melalui slogan “Mandiri Kadernya, Maju organisasinya, Bermartabat Negaranya”, Aris menawarkan gerakan Enterpreneurship Berbasis Akademik.

“Sejatinya sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, apabila manusia (kader) memiliki kemampuan akademik yang memumpuni dan mampu mencukupi kebutuhan pribadi, maka dia akan mencapai eudomania (kebahagiaan),” lanjut penggagas gerakan 15.000 wirausahawan HMI.

“Apapun yang saya ikhtiarkan sejatinya tidak akan berhasil tanpa bantuan dan dukungan dari segenap anggota dan alumni HMI, saya memohon restu dan dukungannya untuk merealisasikan gagasan yang kami usung bersama demi kemajuan organisasi yang kita cintai ini,” pungkas Aris Shoim yang juga alumni Pondok Pesantren Abu Dzarrin Bojonegoro. (*)

  • Bagikan