oleh

Ketua GMPI Minta Pemerintah Pastikan Program Vaksinasi Berhasil Sesuai Tujuan

Hafiz Al Asad, Ketua Pengurus Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PP GMPI) meminta pemerintah untuk memastikan program vaksinasi di Indonesia berhasil.

Hal ini Hafiz ungkapkan melalui siaran rilis tertulisnya kepada redaksi kliksaja.co Jumat, (16/07/2021).

Hafiz mengatakan, Indonesia saat ini berada di situasi sangat darurat seiring semakin besarnya jumlah kasuk positif Covid 19 yang pada 15 Juli 2021 lebih dari 56 kasus positif baru dan 982 orang meninggal.

“Guna mengurangi jumlah kasus positif ini tidak ada jalan lain kecuali pemerintah mempercepat program vaksinasi disamping memperketat Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang saat ini sedang dilakukan”. Jelas Hafiz melalui keterangan tertulisnya.

Hafiz melihat bahwa sejauh ini pemerintah telah berusaha mempercepat pelaksanaan vaksinasi sehingga Indonesia bisa kembali normal lagi.

“Pada dasarnya kami melihat pemerintah telah berusaha untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi dalam rangka mencapai titik herd immunity, sehingga aktivitas masyarakat di berbagai lini dan sektor bisa kembali normal”. Jelas Hafiz.

Sementara jenis vaksinnya sendiri Hafiz mengingatkan pemerintah agar hati-hati dan sebaiknya mempertimbangkan ulang, mengingat perkembangan sangat cepat penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Hanya saja, melihat perkembangan mutasi virus yang sangat cepat beberapa waktu belakangan, berikut dampak yang ditimbulkannya, nampaknya pemerintah harus mulai mempertimbangkan ulang terkait jenis vaksin yang hendak disediakan.

“Jangan sampai nanti program vaksinasi hanya berwujud sebagai seremonial belaka tanpa adanya dampak positive dan kongkrit terhadap kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di masa yang akan datang”. Tambah Hafiz.

Hafiz mengharapkan pemerintah agar menyambut ulur tangan negara negara sahabat yang siap memberi bantuan vaksin, sehinggap program vaksinasi bisa lebih cepat diterima oleh semua masyarakat Indonesia.

Menurutnya, bantuan dari negara-negara sahabat juga memungkinkan semakin banyaknya jenis vaksin, sehingga Indonesia tidak terpaku pada satu vaksin tertentu, misalnya hanya terpaku pada vaksin Sinovac asal China.

 

Umpan Berita