Gubernur Khofifah Meminta Pelatih Senam Minta Maaf

  • Bagikan

Kabar alasan pencoretan atlet senam Shalfa Avrila Siani dari Pelatnas Sea Games 2019 Filiphina sampai ke telinga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawanasa. Ia menilai, dasar pencoretan yang dikabarkan karena keperawanan kurang tepat. 

Gubernur kelahiran Surabaya itu meminta tim pelatih untuk segera meminta maaf. “Saya ingin menyampaikan kalau itu betul dilakukan pelatih dengan mendesak jawaban atau respon tertentu. Saya minta tolong pelatih kalau betul melakukan itu segeralah minta maaf,” ujar Khofifah, Senin 2 November 2019. 

Khofifah mengatakan, persoalan yang menimpa Shalfa tidak baik bagi mental atlet muda. Ia tak ingin hal tersebut menjadi trauma. “Saya tidak ingin ada trauma muncul bagi atlet junior seperti Shalfa ini,” ungkapnya. 

Menurutnya, olahraga seharusnya menjadi ajang ukuran prestasi. Sementara di dalam proses pembinaan atlet yang diukur adalah kedisiplinan, dan pembinaan karakter.

Adanya hal-hal yang di luar indikator prestasi, kemudian mempengaruhi dasar pertimbangan tidak dibenarkan. “Jadi kalau karena prestasinya menurut standar record yang ada, kandidat atlet ini tidak bisa dilanjutkan, fine. Karena itu adalah kewenangan cabor,” urainya. 

Peristiwa yang menimpa Shalfa menjadi kritik dan koreksi di dunia keolahragaan. Dirinya pun mengusulkan ada pembenahan tertutama dalam pertimbangan prestasi atlet. 

“Tentu Ini adalah kritik dan koreksi untuk kita semua bahwa di dunia keolahragaan kita. Kita harus lakukan pembenahan supaya apa yang kita jadikan pertimbangan utama prestasi sang atlet,” tandasnya.

Kuasa Hukum Shalfa Avrila Siani, Imam Muklas mengaku telah menyampaikan bukti terkait tuduhan tidak perawan itu kepada Gubernur Khofifah. Pihaknya enggan menyampaikan ke publik.

“Bukan berarti kami takut pada Persani, tapi kami tidak mau nanti timbul kegaduhan mengingat ini saatnya SEA Games,” kata Imam.

Dirinya menyangkal alasan indisipliner yang disampaikan KONI. “Jadi Shalfa itu tidak jadi berangkat ke SEA Games bukan karena alasan indisipliner. Namun sesuai dengan surat keterangan dokter, pergantiannya dengan atlet Yogi Novia Ramadhani yang sekarang itu, karena ada penyakit kronis, ini yang kemudian menjadikan inkonsistensi pada tubuh Persani,” tuturnya. 

Imam menunggu iktikad baik dari Persani untuk membuktikan alasan pemulangan Shalfa. Jika memang ada kekeliruan, dirinya meminta agar ada permintaan maaf. “Saya berharap ada itikad baik dari Persani,” katanya.

  • Bagikan