oleh

Gempa Bermagnitudo 6,7 Satu Hari Yang Lalu Mengakibatkan 16 Rumah di 2 Kecamatan Rusak Parah

Gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Guncangan tersebut juga terasa di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan. 

Di Kabupaten Pasuruan, setidaknya sampai dengan saat ini tercatat ada 11 rumah warga di Kecamatan Tosari dan 5 rumah di Kecamatan Tutur yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.

Camat Tutur, Nur Shobih mengatakan, lima rumah warga yang rusak terdiri dari 2 rumah warga di Desa Kayukebek, 1 rumah di Desa Tutur, 1 rumah di Desa Kalipucang dan 1 rumah warga di Desa Gendro. 

Dari kelima rumah warga, yang paling parah adalah rumah Karto, warga Dusun Suroroyo, Desa Kayukebek. Dimana bagian belakang rumah warga tersebut, jebol.

Beruntung, tidak ada korban jiwa saat kejadian.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Warga langsung berhamburan keluar rumah begitu goncangan terasa dalam beberapa detik,” kata Nur saat dihubungi via telepon, Sabtu (10/04/2021) sore.

Tak hanya rumah warga, gempa yang terjadi selama 15 detik tersebut juga mengakibatkan salah satu masjid di Dusun Krajan, Tutur juga mengalami kerusakan. Yakni ujung menara yang ambruk dan menimpa teras bagian samping masjid.

“Kalau yang masjid, ujung menara nya ambruk dan menimpa bagian samping masjid. Tapi alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Lain halnya di Kecamatan Tosari. Dari assesment yang dilakukan sementara, tercatat ada 11 rumah warga yang mengalami kerusakan. Dengan rincian 7 rumah warga di Desa Tosari, 2 rumah warga di Desa Baledono, 1 rumah warga di Desa Ngadiwono dan 1 rumah warga di Desa Sedaeng.

Camat Tosari, Edy Priyanto menjelaskan, dari sebelas rumah warga yang rusak, ada dua rumah yang mengalami kerusakan cukup parah. Yakni 1 rumah warga di Desa Sedaeng dan 1 rumah warga di Desa Baledono. Dengan tingkat kerusakan tersebut, warga dihimbau tidak kembali ke rumah, melainkan diminta mengevakuasi diri di rumah saudaranya.

“Kita himbau untuk sementara ke rumah saudara atau keluarganya. Karena dikhawatirkan ada kerusakan lain yang berpotensi mengenai orang yang ada di dalam rumah,” ungkapnya.

Selain rumah, gempa berkedalaman 25 kilometer ini mengakibatkan 1 pure (rumah ibadah umat Hindu) dan 1 TK (Taman Kanak-Kanak) Mujahidin di Desa Tosari juga mengalami kerusakan.

Kata Edy, untuk pure mengalami kerusakan di bagian depan. Sedangkan untuk TK mengalami keretakan di bagian tangga sekolah. Ia mensyukuri, lantaran tidak ada warganya yang menjadi korban gempa yang berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang ini.

“Semoga tidak terjadi lagi. Karena warga juga masih was was jikalau ada gempa susulan,” terangnya.

Umpan Berita