Gelar Seminar Unu Sunan Giri Dihadiri Menag dan Bupati

  • Bagikan

Bojonegoro,- Setelah berlangsungnya pemilihan Yanda dan Bunda pada Ikatan Mahasiswa PIAUD Se-Indonesia (IKMAPISI) pada Kamis (07/10/2021), UNU Sunan Giri Bojonegoro selaku tuan rumah IKMAPISI melanjutkan agenda dengan menggelar seminar nasional. Mengangkat tema “Peran Mahasiswa Pendidikan Islam Aak Usia Dini Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045” seminar ini dibuka secara langsung oleh Menteri Agama RI Bapak K.H.Yaqut Cholil Qoumas dan Bupati Bojonegoro Ibu Dr.Hj.Anna Mu’awanah pada Jum’at (08/10/2021).

Berhubung peserta seminar diikuti oleh seluruh mahasiswa PIAUD Se-Indonesia, maka seminar dilaksanakan secara kombinasi, yakni daring melalui Zoom Meeting, live Youtube Fakultas Tarbiyah UNUGIRI dan secara luring yang bertempat di Aula Kampus UNU Sunan Giri Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI K.H.Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, “saya ucapkan selamat dan sukses atas kongres IKMAPISI yang ke tiga. Adanya PIAUD sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak ke depannya. PIAUD menjadi pondasi pendidikan karakter untuk anak-anak. Harapannya, mahasiswa yang tergabung dalam IKMAPISI ini dapat berperan aktif dalam melakukan kontrol pada PIAUD yang ada di sekelilingnya. Mahasiswa harus aktif memberikan masukan, saran dan selalu melakukan inisiatif untuk mengembangkan PIAUD yang lebih baik. Selalu semangat mengupgrade diri dan berproses,” jelas pria yang kerap disapa Gus Yaqut tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro Ibu Dr.Hj. Anna Mu’awanah menuturkan, “pemkab sangat menaruh perhatian dan apresiasi kepada IKMAPISI. Kita tahu bahwa menjadi pendidik PIAUD bagaikan menulis di atas batu. Adanya kecepatan,ketepatan serta pembinaan yang tepat kepada anak-anak usia dini tentu diharapkan akan mampu menyongsong Indonesia Emas 2045. Saya berharap, akan ada rekomendasi untuk pemkab dari hasil kongres IKMAPISI, khususnya dalam mengembangkan PIAUD di Bojonegoro agar semakin maju dan berkualitas,” tutur beliau.

Selaku Rektor UNU Sunan Giri Bojonegoro, K.M.Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., mengungkapkan, “Kesuksesan PIAUD akan sangat menentukan kesuksesan anak pada jenjang pendidikan berikutnya.Manfaatkan kesempatan kalian dalam IKAMPISI. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa. Semoga kalian semua dapat meningkatkan kualitas PIAUD yang lebih baik lagi dalam menyongsong generasi emas 2045,” pungkas beliau.

Adapun seminar ini dihadiri oleh segenap narasumber, jajaran rektorat, kaprodi, dan seluruh mahasiswa IKMAPISI. Adapun di sela-sela acara juga menampilkan UKM Tari.

Selaku narasumber pertama, Ibu Dr.Hj.Ifa Khoiria Ningrum,S.E,M.M, menyampaikan bahwa, PIAUD harus bisa berkarya dan berdikari. Apalagi nantinya Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi. Tentu, mahasiswa PIAUD yang nantinya menjadi calon-calon pendidik harus mampu membentuk sikap dan karakter anak didiknya. Pendidik harus menjadi role model yang baik dan mengerti serta mempraktikkan bagaimana cara mendidik, mengajar, membimbing dan mengarahkan anak didik sesuai dengan zamannya. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang anak PIAUD sebagai generasi alpha. Generasi yang memiliki daya kreatifitas tinggi, penuh kejutan dan sebagainya. Mulai definisi, tantangan generasi alpha hingga prospek lulusan Sarjana PIAUD tidak hanya menjadi pendidik, melainkan juga bisa menjadi konsultan, edupreneur, hingga instruktur tari.

Selanjutnya, narasumber kedua yakni Ibu Dr.Mukhoiyaroh,M.Ag. Beliau menyampaikan, “keterampilan pendidikan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 seperti unggul, inovatif, kreatif, cerdas perlu dilandasi dengan nilai-nilai keimanan kepada Allah Swt, kemanusiaan dan sosial agar hasil pendidikan membawa berkah. Adapun beliau juga menjelaskan tentang cara pembelajaran menyiapkan generasi emas, yakni pendidik PAUD harus mengubah strategi pembelajaran berlandaskan paradigma teaching menjadi strategi pembelajaran kreatif berlandaskan paradigma learning, yakni learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.

Senada dengan tema, narasumber ketiga yakni AKP Agus El Fauzi, S.Sos,M.M selaku Kasat Bimas Polres Bojonegoro, beliau menerangkan tentang pentingnya ketahanan pribadi. Kondisi seseorang yang memiliki keuletan, ketangguhan dan kemampuan dalam mengembangkan kekuatan diri menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang datang dari dalam dan luar diri. Artinya, jika dikaitkan dengan bidang pendidikan PIAUD, maka calon-calon pendidik (mahasiswa) hendaknya harus siap berbenah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, diharapkan mahasiswa menjadi pribadi yang tangguh,pantang menyerah dan siap dalam menghadapi tantangan zaman dan pendidikan yang nantinya semakin berat.

  • Bagikan