Gebyar Muharram, BAZNAS Bojonegoro dan UPZ Dinas Perhubungan Berikan Bantuan Untuk Penderita Difabel Kronis

  • Bagikan

Bulan Muharam menjadi momentum yang spesial tuk berbagi kebahagiaan terhadap sesama. Hal ini dibuktikan oleh aksi nyata BAZNAS Kabupaten Bojonegoro beserta UPZ Dinas Perhubungan (Dishub) dalam membantu Arik (15 tahun) penyandang difabel kronis.

Bertempat tinggal di Desa Bendo Kecamatan Kapas, Bojonegoro, keseharian Arik sejak kecil hingga kini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Hal inilah yang membuat UPZ Dishub, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Sekdin Edi Subroto dan Bapak Kadir mengusulkan Arik untuk mendapat bantuan dari BAZNAS Bojonegoro.

Penyerahan bantuan diserahkan langsung pada Rabu (10/08) di kediaman Arik oleh Tim BAZNAS Bojonegoro dan UPZ Dishub berupa kursi roda dan pampers. Pada kesempatan tersebut, suasana penyerahan bantuan diiringi dengan isak haru.

Salah satunya Sekdin Dishub Bapak Edi Subroto mengungkapkan, semoga bantuan dari BAZNAS Bojonegoro dan UPZ Dishub dapat bermanfaat.

“Alhamdulillah, BAZNAS dan UPZ Dishub bersinergi untuk melakukan penyerahan secara langsung. Hal ini luar biasa, sangat menyentuh. Semoga bantuan kursi roda dan pampers ini bisa bermanfaat bagi Arik,” ungkap Pria yang kerap disapa Pak Edi tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Bojonegoro Bapak Eko Arief juga menyampaikan, terima kasih kepada UPZ Dishub yang telah bersinergi dengan BAZNAS Bojonegoro dalam membantu saudara Arik.

“Terima kasih kepada UPZ Dishub yang senantiasa bersinergi dengan BAZNAS, sehingga hari ini kita bisa memberikan sedikit kebahagiaan kepada saudara Arik beserta keluarga,” ungkap beliau.

Ke depan, BAZNAS Bojonegoro melalui UPZ Dishub akan memberikan bantuan rutin setiap bulan kepada Arik berupa pampers. Tentu hal ini sesuai dengan permintaan keluarga Arik, yang diharapkan mampu meringankan kebutuhannya.

Sebagai informasi, bantuan yang sama juga dapat diakses oleh masyarakat umum di Kabupaten Bojonegoro melalui rekomendasi dari UPZ di setiap wilayah. Hal ini untuk memastikan penerima bantuan (mustahik) bisa tepat sasaran, tentu setelah melalui tahap survey dan verifikasi data.

  • Bagikan