oleh

Diskusi Reboan IDFoS : Sinergi untuk Wujudkan Kelestarian Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat

Bojonegoro, Institute Development Of Society (IDFoS) Indonesia hari ini menggelar diskusi reboan. Dengan mengambil tema “Antara Kesejahteraan Masyarakat Dan Kelestarian Hutan”. Rutinan setiap hari rabu hari ini (24/02/2021) itu dilaksanakan di komplek kantor pengurus cabang NU Bojonegoro yakni di aula Rusunawa.

Acara tersebut digelar secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom. Dan acara tersebut dihadiri oleh pemateri Abetnego Panca Putra Tarigan Deputi II KSP, Nur Hidayati Direktur Eksekutiv Walhi, Deden Suhendi Dinas Kehutanan Jatim, Joko Sunarko Perum Perhutani Drive Jatim dan Joko Hadi Purnomo Direktur IDFoS Indonesia

Banyaknya Peserta yang antusias nampak dari daftar hadir yang terlihat, yakni dari aktivis NGO yang di Bojonegoro, Universitas Ronggolawe Tuban, Universitas Bojonegoro, Universitas Lamongan, LMDH beberapa daerah, Adm Perhutani Bojonegoro dan Tuban dan masih banyak lagi.

Dimulai pukul 10.05 acara tersebut dipandu oleh Rizal Zuhad Firdausi Ketua Divisi Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan. Pria yang berkacamata dan berperawakan tambun tersebut membacakan aturan diskusi reboan tersebut. Setelah itu dia menyerahkan acara pada moderator yakni Ahmad Taufiq.

Dalam paparaj pembukaan Ahmat Taufiq menjelaskan “Problematika kemiskinan di Indonesia sebagian besar berada di kawasan Hutan” kata Ahmad Taufiq yang juga dosen Universitas Bojonegoro itu. Dia menerangkan bahwa “Sebanyak 36,7% masyarakat miskin berada di kawasan Hutan. Namun Deforestasi setiap tahun selalu mengalami kenaikan, di Jawa timur pada tahun 2019 terjadi penurunan tutupan lahandari tahun sebelumnya, namun tutupan pada kawasan hutan justru semakin meningkat” Jelas Ahmad Taufiq yang mantan ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Bojonegoro itu.

Setelah itu Ahmad Taufiq memberikan waktu pertama pada Abetnego Panca Putra Tarigan. Pak Abet panggilanya menerangkan “Salah satu penyebab kesenjangan ekonomi di wilayah kawasan hutan adalah karena kurangnya akses” kata Abetnego. Dia menjelaskan “Sebenarnya banyak program dari beberapa kementerian untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan. Seharusnya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat jelasnya.

Sementara itu Nur Hidayati yang diberi kesempatan kedua meenyampaikan bahwa “konsistensi kebijakan sering terjadi masalah, sehingga perlu di sinergikan hubungan relasi dan komunikasi antara negara, perusahaan dan swasta”. Kata Mbak Yaya panggilan akrabnya

Dalam diskusi juga di hadiri oleh Bapak Deden Suhendi dari Dinas Kehutanan Jawa Timur yang menjelaskan bagaimana “Pengawalan program-program kehutanan yang harus melibatkan berbagai unsur khususnya para pegiat-pegiat kehutanan untuk menjadi pendamping di masyarakat lokal” Kata Deden

Di sisi lain selaku perwakilan dari swasta yaitu bapak Joko Sunarto dari Perum Perhutani Divre Jatim memberi tanggapan bahwa perhutani “menggunakan strategi pengaturan jarak tanam, pola tanam dan jenis tanaman yang didiskusikan juga bersama masyarakat disekitar hutan” kata Joko Sunarto

Di sesi terakhir disampaikan oleh Direktur IDFoS Indonesia Joko Hadi Purnomo yang menjelaskan “inti dari diskusi ini adalah nantinya ada tindak lanjut untuk merumuskan model seperti apa yang cocok untuk kelestarian hutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat, sinergi tiga unsur yaitu Pemerintah, Masyarakat dan Swasta menjadi hal yang penting dalam melakukannya” kata Joko yang juga berprofesi sebagai Dosen itu. “Sehingga” Joko melanjutkan “perlu kesepakatan bersama siapa melakukan apa, potensi lokal yang harus di dukung, sumberdaya yang perlu di tingkatkan yang bagaimana dan model bisnis yang seperti apa yang mendukung hal tersebut dengan tupoksi dan diskripsi pekerjaan yang jelas” pungkasnya.

Umpan Berita