Catatan Peserta Kemah Bakti & Diklatsus Banser : Pemateri dari Basada Mampu Sembuhkan Sakit Menahun

  • Bagikan

Bojonegoro,- Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor menggelar kemah bakti & Diklatsus Banser. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegioro. Kemah Bakti & Diklatsus tersebut dilaksanakan antara tanggal 29-31 Oktober 2021.

Diklatsus sendiri meliputi empat satuan khusus yang ada di Banser. Yakni Satuan Banser Husada (Basad), Banser Lalu Lintas (Balantas), Banser Tanggap Bencana (Bagana), serta Banser Protokoler. Empat pelatihan satuan khusus itu di laksanakan untuk menjawab tantangan yang terjadi di masyarakat.

Yang menarik di Diklatsus Basada, Arif Santoso salahsatu pemateri mampu menyembuhkan penyakit menahun yang diderita oleh anggota Banser yang ikut di Diklatsus tersebut. Rahman banser yang menderita tidak bisa menggerakkan bahu tangannya secara penuh mengadukan hal tersebut pada Arif Santoso. Kemudian Arif mempersilahkan Rahman untuk maju ke depan untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah memeriksa Rahman, Arif menarik ibu jari, jari kelingking dan jari tengah. Kemudian dilakukan percobaan menggerakkan tangan masih belum bisa 100%. Akhiirnya menarik tangan secara penuh dan memukul dengan pukulan terukur pada pundak Rahman. Arif santoso mempersilahkan Rahman mencoba gerakan tangan secara penuh. Akhirnya berhasil menggerakkan tangan secara penuh. Hal itu mendapat aplaus dari semua peserta Diklatsus Basada.

Hal yang sama dialami oleh Jehan, peserta Diklatsus Basada dari Ponorogo. Dia mengeluhkan sakit yang ada di punggungnya dalam dua tahun terakhir. Arif Santoso mempersilahkan Jehan maju kedepan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pijatan di area tubuh Jehan, rasa sakit itu hilang saat itu juga.

Setidaknya ada 8 orang yang berhasil disembuhkan oleh Arif Santoso selama kurang dari dua jam waktu pemberian materi pada peserta Diklatsus Basada. Arif Santoso adalah Anggota Tim Skolat untuk Basada Satkorwil Banser Jawa Timur. Dirinya juga membuka praktek pijat urat yang berijin dari Dinas Kesehatan Kabupatennya. Dia Kelahiran Tulungagung pada tahun 1977. Pernah mengikuti pelatihan di Drs Ahmad Junaidi Surabaya bidang cidera olah raga. Founder perkumpulan titik picu nero Indonesia (PTTPNI) organisasi yang diikuti Basada Satkorwil Jawa Timur, Perkumpulan praktisi hipnosis dan hipno terapi Indonesia (PRAHIPTI), Anggota (perkumpulan praktisi patah tulang dan sendi (Perpatri).

  • Bagikan