oleh

BMKG Prediksi Fenomena La Nina Akan Berlangsung Selama Empat Bulan Ke Depan

Mengantisipasi fenomena La Nina yang diprediksi akan berlangsung selama empat bulan ke depan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat di tanah air agar selalu waspada. Anomali cuaca yang terjadi akibat penurunan suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata-rata sekitarnya tersebut akan berdampak terhadap tingginya  curah hujan.   

Penyebabnya, adanya peningkatan suhu permukaan laut pada bagian timur dan barat Samudra daripada biasanya pada masa aperalihan musim kemarau ke musim penghujan. Oleh karena itu, dibutuhkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrologi namun juga tetap bersikap tenang.

Sebelumnya, BMKG telah merilis informasi yang menyatakan bahwa hingga saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang (moderate). Dari hasil pemantauan terhadap indikator laut dan atmosfer menunjukkan, suhu permukaan laut mendingin -0.5C hingga -1.5C selama 7 dasarian terakhir (70 hari), diikuti oleh dominasi aliran zonal angin timuran yang merepresentasikan penguatan angin pasat.

Terjadinya La Nina pada periode awal musim hujan berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah di tanah air. Meskipun memang, dampaknya terhadap curah hujan tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal karena tergantung pada musim/bulan, wilayah serta kekuatan La Nina itu sendiri.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas deras disertai kilat/petir dan angin kencang. Seperti yang diprediksi hingga dua hari ke depan, terhitung mulai hari ini Jumat (30/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020) di hampir seluruh wilayah di Jawa Timur. Baik yang berpotensi diguyur hujan pada pagi maupun malam hari.

Umpan Berita