oleh

Benarkah Setelah Dirawat 10 Hari Pasien COVID-19 Tidak Bisa Menularkan Virus?

Baru-baru ini, terdapat sebuah video viral yang memperlihatkan seorang dokter dari Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya sedang meberikan edukasi kepada para pasien COVID-19, terkait rendahnya potensi penularan COVID-19 bagi pasien yang sudah dirawat lebih dari 10 hari.

Menanggapi hal tersebut, Penanggungjawab RSLI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan video tersebut diambil pada saat dilaksanakan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) bagi pasien yang dinyatakan sembuh dan akan pulang (KRS, Keluar Rumah Sakit).

dr. Nalendra mengatakan, KIE dilakukan untuk mengurangi kecemasan, ketakutan dan stress pasien ketika akan kembali ke rumah.

“KIE juga untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien atas kesembuhannya dan melatih serta mengedukasi pasien tentang cara mencegah penularan secara disiplin dan happy pasca kesembuhannya melalui protokol kesehatan (5M),” kata Nalendra dalam keterangan tertulisnya yang diterima Basra, Kamis (28/1).

Ia menuturkan, jika tata laksana perawatan COVID-19 di RSLI sudah sesuai denganprotokol kesehatan yang telah dikeluaran oleh WHO serta KMK No. HK.01.07-MENKES-413-2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 serta Pedoman Tatalaksana COVID-19 revisi V yang dikeluarkan oleh PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, dan IDAI.

Dimana pedoman tersebut berisi bahwa konfirmasi swab hanya diperlukan untuk kepentingan medis (penegakan diagnosis). Untuk konfirmasi positif COVID-19, maksimal 2 kali swab, sedangkan keperluan konfirmasi kesembuhan hanya diperlukan 1 kali swab untuk pasien dengan klasifikasi berat dan kritis.

Sementara terkait kriteria sembuh, RSLI mengacu pada ketentuan tersebut dan diperjelas lagi dengan Surat dari Dinkes Jatim No.443.32/13807/102.3/2020 dan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur No. 440/995/102/2021 tentang Kriteria Isolasi dan Sembuh Pasien COVID-19.

Umpan Berita