Bupati Bojonegoro Rencanakan Bojonegoro Menjadi Kota Pendidikan

  • Bagikan

Bojonegoro,- Bupati Bojonegoro Anna Muawanah telah merencanakan gebrakan baru. Setelah pembangunan infrastruktur jalan yang sangat masif di semua kecamatan Bojonegoro sekarang dia merencanakan Bojonegoro sebagai Kota Pendidikan.

Hal tersebut terungkap ketika media ini berkunjung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Di kantor yang terletak di Jalan Patimura tersebut media ini di temui oleh Bapak Lasiran Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

Beliau mengatakan “Ditengah situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda ini, Bupati Bojonegoro senantiasa berpikir terus dan terus, bahkan disaat beliau situasi isolasi mandiripun berpikir bagaimana penanganan pandemi Covid-19”

Demikian kutipan dari wawancara dengan Bapak Lasiran Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur hari ini (27/07/2021). Dia menerangkan kembali bahwa “Bupati Bojonegoro mengevaluasi tentang indeks pembangunan manusia Bupati mengadakan rapat dengan Dinas Pendidikan, Bappeda, BPMPD kemudian para Forum Rektor dan Camat Se-kabupaten Bojonegoro. Pada saat itulah beliau mencetuskan keinginan beliau untuk membuat Bojonegoro ini sebagai Kota Pendidikan” tambah Bapak Lasiran ketika ditanya di ruangannya

Bapak Lasiran juga menjelaskan, “indikasi dari kota Pendidikan, tidak kurang dari 14 Perguruan Tinggi Swasta itu ada di Bojonegoro. Dan Bupati Bojonegoro menginginkan bagaimana anak anak di Bojonegoro bisa sekolah semua minimal semua S-1. Faktanya orang dari desa yang tidak berkecukupan ekonomi ketika harus kuliyah di Perguruan Tinggi Negeri berarti harus keluar kota. Dan biaya hidupnya sangat tinggi. Jelas Bapak Lasiran

Bapak Lasiran melanjutkan “Maka kemudian bagaimana anak-anak tetep bisa kuliyah dan kuliyahnya di Bojonegoro atau di Perguruan Tinggi Swasta. Di sinilah Ibu Bupati ingin membantu walaupun di Perguruan Tinggi Swasta. Karena selama ini beasiswa yang ada selama ini beasiswa scientis atau beasiswa dua sarjana dalam satu desa. Dan dua-duanya untuk Perguruan Tinggi Negeri” tambah Bapak Lasiran.

Bapak Lasiran juga menerangkan fakta “Faktanya banyak Kepala Desa Kepala Kelurahan di kabupaten Bojonegoro yang mengeluhkan bahwa yang sekolah di Bojonegoro tetapi inikan Perguruan Tinggi Swasta. Inikan tidak terkafer. Ini lo keinginan beliau kemudian diwujudkan kalau begitu coba dikaji telaah bagaimana kemudian anak-anak di Bojonegoro, bisa Kuliyah di Bojonegoro, lulus S-1 kalau kemudian itu digaungkan dan dibiayai maka sangat mungkin menjadikan kota Bojonegoro sebagai kota Pendidikan” Terang Bapak Lasiran

Ditanya tentang target pelaksanaan rencana menjadikan kota Bojonegoro sebagai kota pendidikan Bapak Lasiran Menjawab “Beliau (Bupati Bojonegoro.Red) dari rapat koordinasi bersama forum Rektor itu yang dilanjutkan tadi pagi kalau bisa di PAPBD sudah masuk. Tetapi kalau tidak memungkinkan di induk tahun 2022” Pungkasnya.

  • Bagikan