oleh

Pemprov Sultra Berencana Mendirikan Perpustakaan Modern

Kliksajasultra.co – Gedung perpustakaan modern Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hampir rampung. Pembangunannya diperkirakan selesai Desember mendatang. Selanjutnya, interior setiap lantai gedung itu akan dipoles. Jika tidak ada halangan, perpustakaan berlantai tujuh itu akan resmi beroperasi Juni 2021.

Perpustakaan ini dibangun dengan konsep ‘inviting people’. Bagaimana mengundang orang untuk hadir di perpustakaan dan mengakomodir kebutuhannya. Pemprov akan menyiapkan ruang dan suasana yang nyaman.

Pada lantai satu, setelah pintu masuk utama, akan terpampang meja informasi. Sementara, sayap kanan gedung terdapat petugas loker perpustakaan. Tepat di sebelahnya ada minimarket.

Di sayap kiri gedung, terdapat fasilitas layanan foto copy. Di sebelahnya, ruangan untuk layanan Online Public Access Catalogue (OPAC). Sebelum masuk ke ruangan berbentuk bundar, di kanan kiri terdapat toilet, khusus untuk laki-laki, perempuan, dan difabel. Pada lantai-lantai selanjutnya, fasilitas toilet selalu ada.

Dari sayap kanan searah jarum jam, akan berjajar berbagai layanan, yaitu layanan keanggotaan, layanan pengembalian buku mandiri, dan ruang komputer CCTV. Di ruangan ini, terdapat zona promosi budaya gemar membaca dan kafetaria. Di bagian tengah, display buku berbentuk lingkaran, yang dapat berfungsi ganda sebagai toko buku. Pos keamanan terdapat di ruangan ini.

Berikutnya di lantai dua. Ada ruang bioskop, yang juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang kuliah umum. Di lantai ini, ada ruang buku cadangan. Lalu ada rumah edukasi narkoba, kerja sama antara Pemprov dengan Polda Sultra. Bagi umat Muslim, disiapkan sebuah musala.

Di bagian belakang (gedung bundar), terdapat layanan khusus koleksi anak, lansia, dan disabilitas. Berhadapan dengan ruangan ini, sebuah ruang belajar dengan fasilitas internet, serta sebuah meja informasi di sebelahnya.

Pada lantai tiga, ada ruang rapat. Di depannya ruang seminar atau ruang bedah buku. Di ruang utama yang berbentuk bundar itu, dipenuhi dengan koleksi buku dan tempat membacanya. Seluruh koleksi buku perpustakaan ditempatkan di sini. Meja informasi disediakan untuk melayani pengunjung.

Naik ke lantai empat, terdapat ruang terbuka yang lapang, sejenis balkon untuk bersantai. Di bagian belakang pada gedung bundar, terdapat layanan koleksi berkala, ruang koleksi referensi, dan layanan koleksi deposit.

Selanjutnya, ruangan lantai lima sudah tidak sama, hanya ada gedung bundar. Terdapat ruang baca, layanan naskah kuno, dan layanan audio visual/multimedia. Ada juga ruang executive lounge. Di sampingnya, ruangan seorang kepala bidang beserta tiga seksinya. Juga terdapat meja informasi. Dalam rangka melindungi bahan pustaka dan arsip, disiapkan pula ruang konservasi yang terletak di lantai ini.

Pada lantai enam, diperuntukkan sebagai ruang kepala dinas dan sekretaris dinas beserta para kasubagnya. Dilengkapi dengan meja informasi, ruang staf, ruangan kelompok jabatan fungsional, ruang rapat, dan sebuah musala.

Di lantai terakhir atau lantai tujuh, ruang baca terbuka, kafe baca, dan studio yang dilengkapi sebuah panggung. Selain itu, terdapat ruang staf, ruang fumigasi disiapkan untuk mengawetkan koleksi yang dimiliki.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sultra Nur Shaleh, mengatakan, untuk melengkapi koleksi perpustakaan nantinya, pihaknya akan mempersiapkan film dokumenter tentang pembentukan Sultra dan pemekaran daerah-daerah. Juga akan melakukan penelusuran naskah sumber yang ada di daerah lain, serta mewujudkan perpustakaan digital.

Gubernur Sultra Ali Mazi terinspirasi mendirikan perpustakaan modern dari The Boston Public Library, Amerika Serikat, yang pernah dikunjunginya.[]

Umpan Berita