oleh

Hasil Tes Kesehatan Bapaslon Diserahkan kepada KPU Daerah Sultra

Kliksajasultra.co – Dokumen hasil pemeriksaan kesehatan 17 dari 18 bakal pasangan calon bupati/wakil bupati diserahkan kepada tujuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Penyerahan dokumen tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Bahteramas Kendari dr. Hasmudin ke KPU Muna, Wakatobi, Buton Utara (Butur), Konawe Kepulauan (Konkep), Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Timur (Koltim), dan Konawe Utara (Konut) di Kantor KPU Provinsi Sultra, pada Sabtu (12/9) malam.

Hasmudin menyebutkan pemeriksaan kesehatan itu meliputi pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkotika.

Terdapat salah satu bapaslon dari Kabupaten Muna belum belum menyerahkan karena pasangan ini belum diperiksa. Dikabarkan salah satu di antara pasangan tersebut terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji swab mandiri.

Terkait dengan salah seorang dari bakal pasangan calon yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, dia meminta tim pemeriksa kesehatan memeriksa bapaslon tersebut ketika hasil uji swab yang bersangkutan negatif. Pihaknya masih menunggu hasil tes bapaslon tersebut negatif dari COVID-19.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan ke-34 bapaslon tersebut dilakukan untuk memastikan pemenuhan syarat calon, baik calon bupati/wakil bupati.

Apabila persyaratan ini tidak dipenuhi oleh seorang bapaslon, maka akan dinyatakan gugur. Namun, dapat dilakukan pergantian calon selama masa perbaikan tanpa proses perbandingan.

Hasil pemeriksaan kesehatan para calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada Serentak 2020 di Sultra akan diunggah di situs KPU SILON. Sehingga, masyarakat dapat mengakses dan hasilnya nanti dapat diketahui oleh masyarakat.

Jadi, hasil pemeriksaan kesehatan ada tiga. Satu akan disampaikan kepada pihak calon, yang kedua sebagai arsip di rumah sakit, dan ketiga di KPU dalam rangka sebagai pemenuhan syarat calon.

Dokter spesialis yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 34 bakal calon tersebut merupakan dokter yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra. Psikolog pun direkomendasikan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sultra.

Sedangkan, tim pemeriksa bebas narkotika ditangani langsung oleh Badan Narkotika Nasional Sulawesi Tenggara.[]

Umpan Berita