oleh

Amerika Latin dan Asia Tertinggi Kasus Kematian Aktivis Lingkungan

Laporan Climate Defenders Report yang dirilis 350.org menyebutkan selama 2019, kematian aktivis lingkungan menembus angka 304 kasus.

Angka itu terbanyak terjadi di Amerika Latin dan Asia.

“Dari 304 kasus kematian pada 2019 ini tertinggi di Amerika Latin dengan kasus terbanyak di Kolombia sebanyak 106 kasus, diikuti Brazil 23 kasus,” kata Manajer Komunikasi 350.org Amerika Latin Peri Dias dalam pertemuan para pejuang iklim di Curitiba Provinsi Parana, Brazil.

Peri mengatakan pertemuan climate defenders di Curitiba memberi pesan jelas kepada pemerintah agar segera bertindak untuk menghentikan kasus-kasus pembunuhan terhadap para aktivis lingkungan dan HAM.

Dalam rilis yang disampaikan saat pertemuan pejuang HAM dan iklim yang diikuti perwakilan 26 negara itu juga disebutkan bahwa wilayah Asia, khususnya Filipina juga mencatat banyak kasus kematian aktivis yang mencapai 43 kasus, sementara Indonesia terdapat tiga kasus.

Peri mengatakan dari laporan tersebut diketahui bahwa 85 persen korban pembunuhan telah terlebih dahulu mendapat ancaman.

“Artinya, ada upaya untuk menjaga keselamatan para aktivis dan ini yang menjadi perhatian kami dalam pertemuan empat hari ini,” ujarnya.

Dias menambahkan bahwa dari 304 kasus tersebut, 40 persen menimpa para aktivis masyarakat adat yang mempertahankan wilayah mereka dari perambah hutan hingga korporasi.

Kondisi di lapangan, kata dia, pemerintah sudah memiliki aturan untuk melindungi para aktivis tersebut, namun aturan itu kerap tidak dijalankan. (*)

https://www.kliksaja.co/

Umpan Berita