oleh

Pemkot Surabaya Klaim Covid-19 di Surabaya Sudah Zona Hijau, Faktanya Tidak, Begini Penjelasan Khofifah

Pemkot Surabaya mengklaim bahwa Kota Pahlawan telah berstatus zona hijau penularan Covid-19. Informasi ini sebagaimana disampaikan oleh Irvan Widyanto selaku sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya.

“Silakan yang menilai seperti apa, yang jelas kita warnanya sudah hijau,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto saat dikonfirmasi Selasa (04/08/2020).

Status zona hijau Kota Surabaya pertama kali dilontarkan Wali Kota Tri Rismaharini, akhir pekan lalu. Merujuk data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Risma menyebut tingkat penularan corona Surabaya sudah menurun dengan kesembuhan yang kian meningkat.

“Di mana kondisi Surabaya sudah [zona] hijau yang artinya penularannya kita sudah rendah. Lalu yang sembuh sudah banyak,” kata Risma mengutip siaran pers resmi Pemkot Surabaya, Sabtu (01/08).

Sementara berdasarkan informasi di website resmi Gugus Tugas Pemprov Jawa Timur Kota Surabaya masih berstatus zona merah.

Bahkan fakta per hari ini, Selasa (4/8), Kota Surabaya masih berstatus zona merah berdasarkan laman infocovid19.jatimprov.go.id

Berdasarkan info update Covid-19 di situs Pemprov Jatim di Kota Surabya kasus positif atau konfirmasi jumlahnya 9.087. Dengan jumlah total sembuh 5.707.
Konfirmasi
Konfirmasi : 9087
Aktif : 2586
Sembuh : 5707
Meninggal : 794
Suspek
Suspek : 2806
Probable : 14
Diisolasi : 2806
Discarded : 0
Irvan mengklaim perubahan status zona hijau Surabaya itu berdasarkan kajian pakar epidemiologi yang dilaporkan kepada Pemkot Surabaya.
Dari laporan epidomolog, Irvan mengklaim bahwa transmission rate di Surabaya sudah berada di bawah angka satu.

“Dari pakar epidemiologi, dr Ati, disampaikan data sampai dengan 26 Juni 2020 memang hijau, untuk transmission of rate-nya itu sudah di bawah 1 kita. Bahkan sampai dengan 8 hari kita sudah hijau,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Irvan, tren kasus Covid-19 di Kota Surabaya juga diklaim mengalami penurunan, angka kesembuhannya pun meningkat.

“Untuk tren kasus berbagai data yang sudah diterima, mengalami tren penurunan terkait jumlah kasus, dan ada kenaikan jumlah kesembuhan,” kata Irvan.

Namun, berdasarkan peta resmi Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim diakses Senin (3/8) pukul 14.26 WIB, di infocovid19.jatimprov.go.id, Kota Surabaya masih menjadi zona merah penyebaran corona.

Dalam peta, Surabaya tampak berwarna merah dengan tingkat risiko tinggi. Peta Kota Surabaya masih berwarna merah seperti Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang Gresik, Kota Malang, Kota Batu dan Kota Mojokerto.

Data milik pemerintah pusat juga berkata demikian. Seperti terlihat pada situs covid19.go.id, Surabaya termasuk dalam kategori wilayah zona merah penularan virus corona.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa penentuan status zona bukan kewenangan pemerintah daerah.

“Rek, zona itu bukan [kewenangan] kabupaten/kota, bukan provinsi,” kata Khofifah di Surabaya, Senin (3/8).

Penentuan status zona, kata Khofifah, sepenuhnya kewenangan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional. Status zonasi itu akan diupdate pusat setiap pekannya.

“Zona itu tiap Selasa akan diumumkan oleh Satgas Covid-19 pusat. Nanti lamannya di BLC (Bersatu Lawan Covid-19). BLC tiap Selasa, besok akan mengumumkan zona di masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Umpan Berita