oleh

Innalillahi, Ulama Kharismatik PPP Berpulang

Kabar duka, tokoh penting dan ulama kharismatik PPP, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura, KH Mohammad Syamsul Arifin dikabarkan wafat, Kamis (1/7/2021). 

KH Mohammad Syamsul Arifin, mengasuh pesantren yang terletak di Desa Potoan Dhaja, Palengaan, Pamekasan, sejak 1980 silam. Almarhum merupakan sosok ulama yang dikenal dengan sikap hilim dan wara’, sekaligus dikenal dengan sosok penyabar dan sangat istiqamah.

Achmad Baidowi, Anggota DPR RI Fraksi PPP yang juga Wakil Ketua Baleg DPR RI menyampaikan duka mendalam atas wafatnya almarhum. “Fraksi PPP menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya KH. Muhammad Syamsul Arifin, Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP, sekaligus Pengasuh LPI Darul Ulum Ponpes Banyuanyar Pamekasan Madura Jatim”. Kata Achmad Baidowi melalaui keterangan tertulis kepada redaksi kliksaja.co network.

KH. Mohammad Syamsul Arifin, ulama yang konsisten di PPP, dan berjuang serta syiar melalui politik di PPP.

“Kami sangat kehilangan tokoh panutan ummat, tokoh yang sangat istiqomah berjuang di PPP meskipun banyak tokoh seperjuangan yang berkhidmad ke partai lain.

“Di tengah kesibukannya mengasuh 6000 an santri, beliau selama hidupnya tetap berjuang secara politik di PPP, memberikan ceramah ke masyarakat maupun membina ratusan ribu alumni dan simpatisan Ponpes Darul Ulum Banyuanyar”. Tambah Achmad Baidowi.

KH Mohammad Syamsul Arifin merupakan pengasuh Ke-7 Pesantren Banyuanyar, khususnya dalam meneruskan tongkat estafet kepemimpinan pesantren sebelumnya, sekaligus menggantikan KH Abd Hamid Baqir (1966 hingga 1980).

“Beliau selalu mengajarkan kepada santrinya dalam bertindak untuk (1) tidak melanggar hukum Allah Swt/Agama Islam, (2) tidak melanggar hukum negara dan (3) bermanfaat bagi masyarakat”. Jelas Awiek.

Pesantren Banyuanyar pertama kali diasuh Kiai Ishaq Bin Hasan Bin Abd Rahman (sekitar 1787), dilanjutkan KH Istbat Bin Ishaq (1817 hingga 1868), KH Abd Hamid Bin Itsbat (1968 hingga 1933), KH Abd Majid Bin KH Abd Hamid (1933 hingga 1943), serta KH Baidhowi (1943 hingga 1966).

“Beliau berkhidmad di PPP meneruskan abah mertuanya sekaligus gurunya KH. Abdul Hamid Baqir, (salah satu ulama yang terlibat aktif mengusir penjajah di era perang kemerdekaan)

“Sejumlah petinggi PPP pernah sowan ke kediaman beliau seperti: Hamzah Haz, Suryadharma Ali, M. Romahurmuziy dan tokoh-tokoh PPP lainnya. Juga sejumlah pejabat juga sering sowan kepada beliau”. Kata Achmad Baidowi yang juga pernah nyantri di Pesantren Banyuanyar.

Achmad Baidowi menambahkan, bersama alm KH. Alawi Muhammad dari Sampang, beliau menjadi jangkar PPP di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan yang selalu menjadi pemenang pemilu.

Umpan Berita