Gus Fawait : 2024 Insyaalloh Prabowo Presiden

  • Bagikan

Muhammad Fawait, atau sering disapa Gus Fawait mengatakan tahun 2024 Insyalloh Prabowo Presiden Republik Indonesia.

Hal ini ia ungkapkan saat membuka acara Podcast Kemisan Partai Gerindra Jatim. Kamis (12/08/2021) melalui daring dan disiarkan live di youtube Gerindra Jawa Timur. Podcast sendiri engangkat tema “GUBERNUR KHOFIFAH AJAK UNTUK MOVE ON DARI COVID-19, TEPATKAH?”.

Hadir sebagai narasumber diantaranya H. HIDAYAT, M.Si. (Ketua Komisi C DPRD Prov. Jatim) Dr. Hj. LIA ISTIFHAMA, S.Sos., S.H.I., M.E.I. (Ketua Plh RKIH Prov Jatim) dan Host: Gus Najih Farhoq (Wakil Sekretaris Gerindra Jatim).

Gus Fawait mengatakan bahwa Prabowo 2024 insyalloh Presiden. “Ya, hari ini saya menjadi Presiden, tapi Presiden Laskar Sholawat Nusantara, dan tahun 2024 insyalloh Prabowo Presiden Republik Indonesia”. Kata Gus Fawait melalui Podcast.

Gus Fawait

Gus Fawait, yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jatim juga Bendahara DPD Gerindra Jatim, menegaskan bahwa Prabowo memerintahkan seluruh jajaran di Partai Gerindra agar semua turun ke bawah, dan membantu rakyat.

“Pesan Prabowo, kita harus hadir ke masyarakat kecil, apalagi disituasi sulit pandemi. Kita harus hadir ke masyarakat kecil melalui program-program kegiatan penyelamatan ekonomi rakyat kecil”. Jelas Gus Fawait.

Menyinggung terkait tema Podcast tentang statemen Gubernur Khofifah tentang ajakan move on dari Covid-19. Gus Fawait menyampaikan kondisi Jawa Timur yang terdampak ekonomi, investasi. Terkait move on menurutnya pemerintah menjadi pemegang kendali, kuncinya adalah beanja negara.

“Hari ini saat ekonomi dan investasi juga daya beli melemah, satau-satunya yang bisa diandalkan ya belnaj pemerintah, belanja-belanja yang sifatnya padat karya melibatkan banyak masyarakat. Hingga bulan agustus 2021 di Jawa Timur serapan anggaran belum sampai 60%, tentu ini jadi perhatian”. Jelas Gus Fawait.

Gus Fawait juga menyinggung dimana di Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi sekala nasional memang bagus, namun angka kemiskinan juga tinggi.

Karenanya ia berharap Pemprov Jatim melibatkan pesantren di Jawa Timur karena jumlah pesantren di Jatim snagat besar, serapan belanja belanja bisa melalui jalur pesantren.

 

  • Bagikan