Sekjen Kemenag RI Beri Materi Pada Pembinaan ASN Di Kankemenag Bojonegoro

  • Bagikan

kliksajajatim.co – Bojonegoro – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag. hadir di Bojonegoro, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Kamis 4 Agustus 2022.

 

Kehadiran pejabat tinggi Kementerian Agama RI di Bojonegoro ini dalam rangka memberikan materi pada kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro.

 

Dalam pembinaannya Sekjen menyampaikan bahwa setiap ASN dalam sistem Merit dengan tiga syarat. Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), sistem merit didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi.

 

Setiap ASN dalam sistim merit harus memenuhi tiga syarat, yaitu Pertama KUALIFIKASI. Setiap ASN bekerja harus memiliki kualifikasi yang sesuai dengan bidangnya, ditandai oleh background pendidikannya. Setiap formasi CPNS harus sesuai dengan kualifikasi sesuai dengan background Pendidikan. Kedua, KOMPETENSI. ASN harus diuji kompetensinya. Ketiga, KINERJA. Bagaimana kinerja ASN sudah bagus apa belum.

 

Menurutnya, ASN yang bagus adalah kualifikasinya sesuai dengan bidang pekerjaannya, kompetensinya bagus dan kinerjanya juga bagus.

 

Nizar Ali juga mengatakan dalam mengelola kelembagaan ada 4 hal yang harus diperhatikan. Pertama, KEPEGAWAIAN, terkait dengan kepegawaian, yaitu pengembangan budaya kerja, nilai budaya kerja kemenag harus diberengi dengan nilai dasar ASN dengan rumus ANEKA. Yakni Anti Korupsi, Nasionalime, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Akuntabilitas.

 

Diterangkan maksud dari ANEKA yaitu;

– Anti Korupsi, dengan menerapkan zona integritas dalam rangka good goverment.

– Nasionalisme.

– Etika Publik, ada kejelasan dalam pelayanan, SOP yang jelas dengan Transformasi digital.

– Komitmen mutu, ditentukan dengan efektif, efisien, inovasi, dan kualitas.

– Akuntabilitas, harus memiliki akuntabilitas yang tinggi ditandai dengan kepemimpinan, kepemimpinan yang baik transformatif demokratis bukan kepemimpinan otoriter dan transparansi, dengan SOP yang jelas.

Kedua, KETATALAKSANAAN. Ketiga, KEPENGAWASAN dan Keempat, STRUKTUR KELEMBAGAAN.

 

Pada kegiatan pembinaan ASN ini, hadir mendampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI diantaranya Kasubbag TU Sekjen Kemenag RI H. Aziz Shafiuddin, M.Si, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Dr. H. Husnul Maram, M.HI dan Kakan Kemenag Kab. Bojonegoro H. Munir, S.Ag, M.Ag.

 

Sementara itu, ASN lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro yang hadir sebagai peserta diantaranya Kasubbag TU, para Kasi dan Penyelenggara, Dharma Wanita Persatuan, para Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam Fungsional, Pengawas Madrasah dan PAIS, Kepala Satker Madrasah Negeri dan Kepala Madrasah DPK, Pengurus IGRA/KKM MI/MTs/MA, Pengurus KKG/MGMP PAI SD/SMP/SMA/SMK, Pengurus FK Penyuluh Non PNS, Pengurus FKDT, FKPQ, FKPP serta ASN dilingkungan Kantor Kemenag hingga berjumlah 290 orang yang hadir sebagai peserta kegiatan.

 

Dalam rangkaian kegiatan, sekjen juga mengunjungi masjid Al Ikhlas yang dibangun secara gotong royong oleh ASN di lingkungan Kankemenag Bojonegoro. Dalam sambutannya Sekjen sangat mengapresiasi atas didirikan masjid dilingkungan kantor kemenag, dengan didirikan masjid yang megah berlantai 3 ini Sekjen berharap semoga dapat meningkatkan keimanan dan kegiatan keagamaan bagi Pegawai Kemenag Bojonegoro.

 

Diakhir kunjungannya sekjen membuka dialog interaktif secara virtual melalui podcast yang digelar di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

  • Bagikan