Refleksi Tiga Tahun Basada Bojonegoro, Dari Tiada dan Ada

  • Bagikan

Oleh : drg. Sofan Solikin (Kasatsus Basada Satkorcab Bojonegoro)

 

Satuan Kusus Banser Husada (Satsus Basada) Satkorcab Bojonegoro hadir di 2019. Saat itu , pimpinan menginginkan terbentuknya pasukan khusus yaitu Satsus Basada. Pada masa itu kita hanya punya satu peleton atau 13 personel yang menjadi syarat terbentuknya Satsus di Banser.

Semua anggota Satsus Basada pada awal pembentukanya merupakan hasil pendidikan Khusus di Madiun. Anggota yang ada ditempa di tengah hutan dengan tantangan yang masih sangat alami.

Di Madiun kita bersama dengan Sahabat Basada luar daerah ada Kabupaten Madiun, Kota Surabaya dan lain lain. Saat itu di hadiri Al Marhum Komandan Alfa Isnaeni Kasatkornas saat itu. Beliau sempat memberikan wejangan dan semangat pada peserta yang hadir. Sepulang Diklatsus, Pimpinan Satkorcab Bojonegoro membentuk pasukan khusus Basada. Dan tanggung jawab sebagai kepala Satuan Khusus Basada diserahkan kepada penulis.

Setelah Satsus Basada Satkorcab Banser Bojonegoro terbentuk, Bhaksos kesehatan pertama diselenggarakan di Kecamatan Ngasem atas inisiatif Sahabat Nur Khanif anggota Basada di Kecamatan tersebut.

Di kegiatan tersebut kala itu kita sukses menjalankan bhaksos perdana basada Bojonegoro. Selama perjalanan dengan personil yg terbatas yg mencakup seluruh wilayah Bojonegoro sebanyak 28 kecamatan. Pasukan khusus ini terus bergerak dan bergerak untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Di kebencanaan juga terlibat aktif bersama Tim Reaksi Cepat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (TRC LPBINU) Bojonegoro.

Setelah tergabung dengan TRC LPBINU Bojonegoro kala itu kita juga berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Tahun 2020 sejarah dimulai dimana covid-19 melanda negeri Satsus Basada Bojonegoro tidak berpangku tangan.

Banyak sekali sahabat para komandan Satsus Basada kita yg rela membeli masker dan membagikan ke jamaah dan masyarakat umum secara gratis. Kepedulian terhadap bencana kemanusiaan akibat pandemi covid-19 sangat nyata.

Anggota Satsus bahkan sampai membeli alat semprot untuk menyemprot fasilitas umum untuk mencegah semakin berkembangnya virus akibat covid-19 tersebut. Bahkan juga sampai membeli pakaian safety untuk kegiatan tersebut.

Pada 2021 Pimpinan Satkorcab Bojonegoro Pro aktif dengan mengadakan Diklatsus Basada dimana pasukan khusus Basada berhasil dididik dengan jumlah yg memadai dan hampir merata di 28 kecamatan. Alhamdulillah, kita syukuri.

Pasca Diklatsus yang dilaksanakan oleh Satkorcab Bojonegoro Basada terus mewarnai kegiatan Ansor, Banser, NU dan Masyarakat Umum. Di kegiatan Banser misalnya setiap ada Diklatsar, Satuan ini bertugas screening kesehatan juga pengawalan kegiatan sampai selesai.

Dikegiatan masyarakat juga sudah puluhan kali bhaksos kesehatan yang dinikmati masyarakat umum. Setelah Bhaksos rata-rata peserta yang menikmati kegiatan tersebut juga menghubungi personel Basada untuk meminta penangan kesehatan lebih lagi.

Di kegiatan pengkaderan NU juga Basada sebagai personel yang selalu diminta menggawangi kesehatan peserta atau pemateri. Terus saja permintaan demi permintaan akan sentuhan Basada Bojonegoro selalu datang. Sehingga keberadaan Basada sangat mewarnai.

Fokus selanjutnya tetap pada pergerakan dimasyarakat. Menyentuh masyarakat dan mengatakan secara tidak langsung kami Satuan Kusus dari Barisan Ansor Serba Guna yg hadir untuk membantu menyehatkan masyarakat ala Basada.

Di samping itu ada harapan dari penulis untuk kedepan personel basada lebih sejahtera. Dengan mengurus legalitas dari personel supaya bisa memiliki Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) dari Dinas Kesehatan.

Dengan memiliki STPT maka praktek mandiri di rumah personel merupakan hal yang resmi dan legal sekaligus sangat layak. Karena memang personel Basada Bojonegoro sudah memiliki keahlian dalam Penyehat Tradisional.

  • Bagikan