Di Halal Bi Halal MWC NU Kalitidu KH. Alamul Huda : Kita Harus Bersyukur Hidup Di Indonesia

  • Bagikan

kliksajajatim.co – Bojonegoro – Halal Bi Halal yang dilakukan umat Muslim terus dilakukan oleh umat Muslim. Seperti yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Kalitidu hari ini Jumat (20/05/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Yayasan Pendidikan Islam Islahiyah Desa/Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro Jawa timur.

Kegiatan tersebut dimulai tepat pada pukul 14.00 WIB. Hadir dalam kesempatan acara tersebut KH. Alamul Huda Masyhur Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid Kendal Kecamatan Dander selaku Pembicara, KH. Mawahib Rois Syuriah MWC, Kiyai Sholihin Ashury, S. Pd Ketua Tanfidziah MWC NU, drg. Sofan Solikin Ketua LPBINU Kalitidu, Forkopimca Kecamatan Kalitidu.

Selain itu juga ada perwakilan dari Banom NU MWC Kalitidu, serta pengurus Ranting NU Se-Kecamatan Kalitidu. Kegiatan tersebut berlangsung sangat semarak. Nampak pengunjung yang ada tampak sumringah ketemu dengan tamu yang lain.

Kiyai Sholihin Ashury, S. Pd sebagai wakil dari panitia sekaligus ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Kalitidu mengatakan dalam sambutanya bahwa beliau meminta ijin dari Polsek Setempat. Karena menurutnya jam’iyah NU Sudah kangen untuk berkegiatan bersama yang dilakukan kali ini.

“Jam’iyah ini sangat kangen berkegiatan Pak Kapolsek” kata Kiyai Sholihin Ashury, S. Pd. Pak Sholihin panggilan akrabnya menambahkan dalam kegiatan tersebut mengambil tema “NU Satu Wadah Tidak Pecah”. “Banyak kader yang ingin menjadi lebih baik, silahkan saja tapi kita tetap NU selamanya” tambah Pak Sholihin.

Dilain pihak K. Misbah Wakil Rois Syuriah MWC NU Kalitidu menyampaikan, kegiatan tersebut sangat bagus. Pasalnya dalam kegiatan tersebut sudah terkandung dua tujuan NU. Yaitu tujuan Diniyah dan tujuan wathoniah. “Dalam kegiatan ada nyanyi lagu Indonesia raya dan penyampaian ajaran agama” kata K. Misbah yang juga ketua Ranting NU desa Pungpungan tersebut.

Sementara itu drg. Sofan Solikin selaku Ketua LPBI MWC NU Kecamatan Kalitidu yang juga hadir di kegiatan tersebut menyampaikan sangat ditunggu. Menurutnya LPBI MWC NU Kalitidu masih sangat baru, jadi perlu mengenalkan diri pada Moment kegiatan tersebut. “Alkhamdulillah bisa hadir jajaran LPBI MWC NU Kecamatan Kalitidu sampai tingkatan Ranting” kata Dokter Sofan panggilan akrabnya.

Dokter Sofan berharap karena pada Moment tersebut ketemu diharapkan sinergi antar pengurus terjadi dengan baik. “Karena sudah saling kenal lewat Moment ini saya berharap bisa sinergi pada semua element NU” pungkas Dokter Sofan yang juga sebagai Bendahara MWC NU Kalitidu itu.

Sementara Forkopimca yang dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Harjono Kapolsek Kalitidu menyampaikan bahwa harus mewaspadai sebaran virus yang menyerang hewan ternak. Yaitu virus penyakit mulut dan kuku. “Jika ada gejala mohon segera menghubungi mantri hewan” kata Ndan Harjono panggilan akrabnya.

Sementara itu KH. Alamul Huda Masyhur dalam tausiahnya menyampaikan pentingnya bermaafan. Meminta maaf dan memberi maaf itu sangat perlu. Karena setiap manusia pasti punya salah pada sesama. “Yang lalu biar berlalu yang akan datang kita perbaiki” kata Gus Huda pangilan akrabnya.

Gus Huda menambahkan dalam urusan marah dan maaf, manusia itu dibagi menjadi empat golongan yaitu Pertaja Mudah marah juga mudah untuk memaafkan. Kedua mudah marah tapi sulit memaafkan, ketiga Sulit marah tapi gampang memaafkan dan keempat Sulit marah dan sulit memaafkan. “Njenengan yang mana?” Tanya Gus Huda pada hadirin.

Dalam moment tersebut Gus Huda yang juga Ketua MUI Bojonegoro itu menambahkan, Kita harus bersyukur dilahirkan di Indonesia. Menurutnya banyak mesti disyukuri di Indonesia. Secara geografis, secara kultur, budaya dan bahasa kita Indonesia sangat kaya. Belum lagi kekayaan alamnya yang luar biasa. Menurut Gus Huda Indonesia bisa utuh diantaranya karena perjuangan dari Ulama NU. “Maka semua harus melestarikan NKRI karena itu dari Ulama NU dan pejuang lain” tambahnya.

Gus Huda mengisi Tausiah tersebut sangat atraktif. Beliau menceritakan pentingnya persatuan untuk NKRI dengan membawa sapu lidi. Selain menggunakan sapu lidi, beliau juga memanggil salah satu hadirin untuk maju kedepan. Muchsan nama yang dipanggil tersebut diminta untuk mengucapkan Pancasila. Karena Muchsan berhasil, diberi suatu hadiah. “Seperti ini cintanya pada Indonesia tidak diragukan” pungkasnya. Kegiatan berlangsung sampai pukul 16.00 setelah itu melakukan ramah tamah dan membubarkan diri

  • Bagikan